Dul @2m2w

Dul kini sudah berumur 2 bulan lebih 2 minggu. Dul tumbuh dengan pesat. Berat badannya semakin bertambah. Nggak tahu sekarang berapa. Skitar 2 minggu lalu sih beratnya 5,1kg. Sekarang uda berapa ya?? Yang jelas kayake dah nambah deh. Soale dul dah berat nggendongnya. Sampai-sampai kalo kelamaan gendong dul, tangan dan bahuku jadi pegel-pegel.
Dul begitu lucu. Sekarang dul sudah bisa menatap ke arahku. Sudah bisa tersenyum lebaaar. Nangisnya juga makin kenceng dan bervariasi. Kalau butuh aku dan aku tidak ada di sampingnya, dia pasti menangis sambil berceloteh yang kadang aku nggak paham si dul ngomong apa. Kadang kayak manggil “ibuk” “buk” “buk’e” “mik” “age” “ngeeek”. Kadang jerit-jerit sampai kadang terbatuk-batuk. Banyak banget lah kosakata dul sekarang. Tangisnya jadi makin aduhai.

Oya dul suka diajak jalan jalan dan bertemu orang baru. Kalo jalan jalan kebanyakan si dul ini yang awalnya nangis berubah jadi diem. Seringnya sampai bobog. Kalo bertemu orang baru, seolah dul menampakkan raut kepo “siapa ya?” dan sok cool gitu. Kalo ketemu orang baru, dul jarang nangis..

Pas bobog nih dul kadang suka cekikikan gitu ketawanya. Si dul mimpiin apa ya kira-kira? Kog sampe cekikikan gituu. Kadang juga pas bobog tiba-tiba dul bangun terus nangis sambil njerit, gak tau kenapa, mungkin si dul digigit semut/nyamuk jadinya dul histeris.

Dul juga punya jadwal pup lho. Biasanya dul pup tiap 2 hari sekali. Kadang kalo dia uda 2 hari gak pup, aku jadi kuatir, seperti hari ini.  Ya semoga besok dul uda bisa pup karena besok uda memasuki hari ke3 dul nggak pup.
Soal pipis. Dul nih jago banget pipis. Kalo pagi aku biasakan dul pake popok kain. Biasanya dari pagi sampe sore dul bisa ganti popok 6-10 kali. Kalo sore aku pakein dul pampers biar boboknya dul nyenyak dan aku juga gak usah bangun malem malem buat gantiin popok dul. Soalnya dul ini cinta banget sama kebersihan. Sebelum dan sesudah pipis, seringnya dul akan menangis. Kalo dah bisa ngomong mungkin dul bakal bilang “ibu, dul mau pipis” “ibu, popok dul basah. Ayo diganti ibu. Dul uda risih”.  Kalo popoknya uda diganti, tangisan dul akan berhenti. Anehnya, hal ini hanya berlaku saat dul pakai popok kain. Kalo pakai pampers, mau pipis berapa kali pun si dul tenang-tenang aja, kecuali kalo pampers dah penuuuuh banget biasanya dul ngeluarin jurus andalannya yaitu menendang-nendangkan kakinya ke udara. Nah kalo ibunya nggak peka kalo dul pengen ganti pampers, dul akan mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu nangis. Setelah mengamati sitkon yang terjadi, akhirnya ibu baru paham “oh, dul minta ganti pampers tooh”.

Begitulah sepenggal kisah dul saat ini.
Jadi ibu baru itu ya gitu capek tapi nyenengin. Apalagi ngurus dul nya cuma berdua sama suami. Kalo suami kerja, ya berarti ngurus dul sendirian. Kalo suami kerja, dan aku ngurus dul sendirian, sementara dul minta digendong mulu sampai pegel, kalo gak digendong dul nangis, ini nih yang bikin capeeek banget. Berlelah lelah bersama dul. Tak apa lah. Masa masa ini sejatinya hanya sebentar. Kelak aku akan merindukan masa masa ini, jadi ya dinikmatin aja. semoga bercapek capeknya barokah yaa.. 😁

Dul dul.. Tumbuh besar sehat dan kuat yaa.. Jadi anak sholih ya dul.. 😙
Cayang duuul 😘

Iklan

Nama untuk Buah Hati Kami

Alhamdulillah telah lahir anak kami yang pertama, lelaki pada tanggal 24 Mei 2016. Mohon doa semoga anak kami menjadi anak yang sholih. Amin.
Nama anak kami: Muslim Abdul Rasyid Atfady . Ini nama pemberian bapaknya dan sedikit dibumbui oleh ibunya, yang artinya…
Muslim = sunnah menamai anak dengan nama-nama orang shalih dari kalangan kaum muslimin. Semoga menjadi  ulama dan cendekiawan muslim seperti Imam Muslim.
Muslim dapat diartikan sebagai seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT.
Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS. 4 : 125) “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”
“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(QS. 6 : 162)
Harapan kami, semoga menjadi hamba yang sungguh berserah diri pada kehendak Allah dan penuh ketundukkan atas hukum-Nya.
Abdul Rasyid = sunnah menamai anak dengan nama yang menunjukkan penghambaan diri terhadap salah satu asma Allah. Pencitraan dari Abdullah yang kemudian disifatkan khusus dengan asma-Nya.
Abdul Rasyid memiliki arti hamba Allah yang Maha Membimbing atau hamba Allah yang Mahatepat Tindakan-Nya.
Harapan kami, semoga dapat menjadi hamba yang senantiasa dikaruniai bimbingan dan petunjuk oleh Allah, sehingga mampu bertindak dan bersikap dengan tepat dan bijaksana. Terlebih di zamannya nanti yang fitnah akhir zamannya akan jauh lebih besar daripada zaman kami. Karenanya memohon bimbingan Allah agar senantiasa dalam jalan-Nya yang lurus amatlah penting.
Atfady = gabungan nama “Atin” dan “Fajar Sumedhi”. Tak ada sunnah yang mendasarinya, namun semoga tak termasuk pemberian nama yang dimakruhkan atau bahkan takdiperbolehkan. Hanya keinginan dua insan yg kini bergelar orangtua, untuk memberikan nama anak dengan menggabungkan kedua nama mereka. Hehe
Harapan kami, semoga dapat menjadi anak yang berbakti kepada keduaorangtua.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu , beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Muslim Abdul Rasyid Atfady, semoga dapat menjadi hamba Allah yang penuh ketaatan terhadap Rabb-nya dan senantiasa dibimbing oleh Allah dalam segala hal. Insyaallah. Aamiin.
Oh ya,, nama panggilannya “Abdul”. Panggilan kekiniannya yaitu “Dul”. Panggilan manisnya yaitu “Dek Dul”. Hehe.
Sekarang, kami sedang sibuk menikmati menjadi orang tua (bapak dan ibu) baru.. begadang tiap malam dan gantian ngobrol sama si baby hehehe..
Bismillah, semoga dibimbing dan dimudahkan Allah dalam mendidik Dul menjadi generasi Rabbani. Aamiin.

#Bersamamu5

Saat berbincang-bincang waktu makan, aku bercerita tentang teknik bisnis yang baru saja aku pelajari. Aku bercerita panjang lebar tentang hard selling, soft selling, dan teknik closing. Hingga di akhir ceritaku aku bilang, “beberapa hari ini, aku coba pakai soft selling, alhamdulillaah memang pelanggannya jadi lebih ramai dari sebelumnya.”
Terus seperti biasa, jawabanmu pasti diluar dugaanku. “Sudah mencoba bisnis pakai metode Rasulullah belum? Rasulullah kalau bisnis berkata ke pembelinya, barang ini  saya beli dengan harga sekian, kekurangannya ini, kelebihannya ini, silahkan mau ditawar yang cocok berapa dengan kualitas demikian?”
Yah, aku lalu terdiam sejenak sambil berpikir. Hmm.. “Sepertinya aku belum sanggup deh kalau yang kayak dilakukan Rasulullah itu. Mungkin bisa tapi gak sepenuhnya kayak gitu juga soale susah.”
Kembali kau menambahkan, “sahabat salman al farisi, uang dari hasil usahanya, ia jadikan 3 bagian, 1 bagian untuk keperluan keluarganya, 1 bagian disedekahkan, dan 1 bagian untuk modal.”
Aku mencerna ceritamu dengan baik. Mencoba mengambil hikmah darinya.
Terimakasih sayang, karena senantiasa mengingatkan. 🙂

Catatan Pranatal

Sudah 9bulan lebih kita melewati hari bersama. Sebentar lagi Allah akan mempertemukan kita. Perjuangan 9bulan yang tak terlupakan. Mulai dari PPL di SD yg harus masuk dari jam 7 pagi sampai setengah 3sore, dari hari senin sampai sabtu selama 3bulan berturut-turut. Kepayahan-kepayahan saat itu yg harus kita lalui bersama. Kita sering tidak masuk PPL karena kondisi yg sering sakit dan kelelahan. Belum lagi suasana hati yg kacau karena sering mendapat banyak teguran dikarenakan tidak masuk PPL dan sering telat. Yah, mau bagaimana lagi, fisik ini kuatnya memang segitu. Saat itu pun sudah dipaksakan untuk berangkat. Tapi kadang fisik manusia ada kalanya berada di titik-titik drop.Yah, kita melewati hari-hari itu dengan penuh perjuangan bersama. Menaiki sepeda yang dikayuh olehnya dan diantar jemput tiap pagi dan sore. Terkadang saat tak bisa menjemput, kita harus naik bus kemudian jalan kaki sekitar 10menit menuju kos. Namun alhamdulillah, kita berhasil melewati masa PPL itu walau harus dengan terseok-seok. Saat, kita periksa, ibu bidannya bilang, “alhamdulllaah bayinya sehat,Bu.” Alhamdulillah, aku sempat khawatir pertumbuhanmu akan terganggu dengan rutinitasku dan kondisiku yang sangat memforsirmu saat itu, terlebih saat itu kau masih sangat kecil dan rentan, kau sedang berada dalam pertumbuhan trimester pertamamu kala itu. Tapi, alhamdulillah kau berhasil melaluinya, kita berhasil melaluinya bersama.

Kemudian kala memasuki pertumbuhan trimester keduamu, kita harus berpisah jauh darinya selama 40hari. Yah, kita harus KKN di Pati. Alhamdulillah selama KKN kondisi kita lebih stabil. Kesehatanku juga jauh lebih baik dibandingkan saat PPL.  Masa-masa morning sickness juga sudah berlalu. Alhamdulillaah, kita dapat melewati masa KKN dengan sangat lancar. Namun, qadarullah saat dipenghujung KKN aku harus terjatuh dari sepeda motor. Aku sangat khawatir bagaimana kondisimu saat itu. Namun, sekali lagi saat diperiksa ibu bidan bilang, “alhamdulillah, bayinya sehat, Bu.” Alhamdulillah…

Pun perjuangan tak berakhir sampai disitu. Di masa-masa memasuki akhir trimester keduamu hingga trimester ketiga sampai sekarang, kita masih berjuang. Yah, kita bersama-sama mengerjakan skripsi, yang sudah 4bulan lebih tak kunjung selesai. Kita belajar menunggu dosen pembimbing, mengejar dosen pembimbing, bepergian mengejar tandatangan, menunggu revisian, bepergian mencari referensi skripsi, membaca banyak buku untuk referensi skripsi, mengetik sampai larut, melakukan penelitian di SD dan bersabar atas banyak hal. Alhamdulillah kita punya sosok pengayom yang selalu setia memijat kita saat lelah. Dengan segala aktivitas skripsi itu, saat periksa, ibu bidan bilang, “alhamdulillah bayinya sehat, Bu.” Alhamdulillaaah, kau tumbuh dengan sehat.

Kini, sudah 9bulan lebih kita melewati hari bersama. Ternyata, 9bulan itu waktu yang singkat. Masa-masa pertemuan kita hampir tiba. Sampai hari itu tiba, sehat-sehat ya nak di dalam. Rasa sudah tak sabar melihat wajah dan polah tingkah mungilmu. Semoga ya semoga.. Ada banyak sekali doaku untukmu. Semoga ya semoga..

Resep Kue Leker ala Magic Com

Pagi ini ceritanya kelaparan. Pagi-pagi sudah ditinggal kesayangan pergi kerja. Mau pergi ke luar buat beli sayuran, eh bawaanya mager (males gerak).
Eng ing eng, alhasil bahan-bahan yang sudah ada di kamar kos tercinta pun semua disatupadukan untuk membuat sebuah masakan. Jadi nggak perlu keluar lagi buat beli bahan. 😀

Setelah jalan-jalan di fesbuk, akhirnya nemu sebuah resep, yaitu Kue Leker. Resepnya yang asli sebenarnya nggak pakai magic com, tapi karena sudah terbiasa dan mau nggak mau harus memasak dengan peralatan ala kadarnya, buat kue leker pakai magic com pun jadi.

Nah, pertama siapin bahan-bahannya dulu ya..
– 100 gr tepung terigu
– 1 btr telur
– 1/2 sdt garam
– 1 sdm gula pasir
– vanili bubuk secukupnya (kalau gak punya vanili gak apa-apa. Saya juga gak pakai vanili karena gak punya persediaannya) 😀
– air secukupnya
Bahan Isi :
– pisang raja secukupnya, iris bulat tipis (gak pakai pisang gak apa-apa. Misal mau diganti buah yang lain juga gak masalah, yang penting pilih buah yang manis dan lembut ya.) 😉
– susu kental manis cokelat secukupnya (karena stok susu kental manis saya habis, jadi saya gak pakai susu kental manis. Tapi rasa tetep oke kok. Asal nanti kasih mesesnya yang banyak :D)
– gula pasir secukupnya
– meises cokelat secukupnya

Yuuk, masuk langkah selanjutnya. Yaitu masak-memasak. Hihi..
– Siapkan mangkuk agak besar, ayak-lah tepung terigu.
– Lalu masukkan telur yang sudah dikocok, vanili, garam, dan air.
– Aduk hingga tercampur rata dan biarkan selama kurang lebih 15 menit.
– Setelah itu, panaskan sedikit mentega di atas wadah magic com. Tunggu hingga menteganya meleleh ya..  Agar magic com selalu masuk mode “cook”, pencetan magic com jangan lupa diganjal pakai kertas. 😀
– Tuang satu sendok sayur adonan, buat dadar tipis dari adonan. (Buat setipis mungkin agar matang sempurna. Ingat jangan tebal-tebal dadarnya. Tipis-tipis aja. Semakin tipis semakin gurih. Semakin tebal semakin susah matangnya)
– Tambahkan bahan isi. Lalu lipat adonan. (Ingat, penutup magic com selalu dibiarkan terbuka. Tidak usah ditutup)
– Tekan-tekan kuenya pakai sendok atau benda yang tidak tajam agar tidak melukai magic com.
– Kalau sisi sebelah sudah matang, balik ke sisi satunya lalu tekan-tekan pakai sendok.
– Kue leker siap dihidangkan

Yaah kalau buat di magic com memang rasa kue lekernya tidak segurih aslinya. Tapi soal rasa, kue leker ala magic com tak kalah duanya.
Bisa nih jadi alternatif cemilan buat anak kos yang gak punya kompor. Dont worry, rasanya enaaaak lhoo.. Hehe…

Oh iya, ini nih hasil kue leker ala magic com buatan saya.

image

image

image

Mana nih kreasi buatanmu?? 😀

Selamat berkreasi ^_^