Mengenal Jenis-jenis Kain Spandek

Sedikit sharing berdasarkan pengalaman selama berjualan online dan survey-survey kain. Saya bukan expert ya, cuman sekedar learning by doing. Hehe..
Jadi, bila ada salah atau kekurangan mohon koreksinya 😉
Yuk, pada kesempatan kali ini kita akan membedah satu-satu jenis-jenis kain dari spandek.
Oke, ready?? Yuuk, cuuus…
Dari urutan kain yang paling tipis (biasanya lebih murah) hingga paling tebal (biasanya lebih mahal), diperolehlah data-data sebagai berikut:
1. Spandek Polyester
Bahan mirip kaos tapi lebih tipis.
Kelebihan: lembut dan elastis
Kekurangan: nempel body, tipis

2. Spandek Katun
Perpaduan antara serat spandek+benang katun.
Kelebihan: elastis, adem, tahan lama
Kelemahan: agak mudah kusut, cukup tipis, nempel body.

3. Spandek Rayon
Perpaduan antara serat spandek+benang rayon. Hampir mirip spandek katun tapi lebih lembut.
Kelebihan: lembut, elastis, tidak mengkilat, adem, halus
Kekurangan: agak mudah kusut, cukup  tipis, nempel body

4. Spandek Rayon Super
Hampir sama dengan spandek rayon tapi kualitasnya lebih bagus.
Kelebihan: lembut, elastis, adem, tidak mengkilat,halus
Kekurangan: nempel body, cukup tipis tapi masih lebih tebal dibanding spandek rayon.

5. Spandek Jersey
Perpaduan antara serat spandek+benang rayon+benang dari serat bambu.
Kelebihan: sedikit mengkilat, lembut, elastis, adem, halus, jatuh, tebal
Kelemahan: nempel body tapi dapat disiasati dengan memilih ukuran yang besar atau cutting yang lebar.

6. Spandek Korea
Hampir mirip dengan spandek jersey tapi lebih mengkilat dan lebih tebal.
Kelebihan: elastis, halus, adem, mengkilat, jatuh, tebal
Kelemahan: nempel body tapi dapat disiasati dengan memilih ukuran yang besar atau cutting yang lebar.

7. Spandek Sutra
Kasta tertinggi di jajaran spandek.
Kelebihan: sangat elastis, adem, halus, agak mengkilap, tebal tapi ringan dipakai, jatuh, tahan lama
Kekurangan: nempel body tapi dapat disiasati dengan memilih ukuran yang besar atau cutting yang lebar.
Nah, demikian jenis-jenis kain spandek dari yang paling tipis dengan harga yang paling murah hingga yang paling tebal dengan harga yang paling mahal. Banyak orang yang suka dengan kain spandek ini karena sifatnya yang elastis dan adem dipakai untuk sehari-hari. Tapi ada juga yang tak suka karena sifatnya yang nempel body, tenang, bisa disiasati kok dengan memilih yang ukurannya besar. 😉
Ingat untuk selalu cek bahan ya setiap belanja di online shop. Ada harga ada kualitas barang.
Happy shopping guys.. 😉

Ketika Masanya Tiba

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya) dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy-Syura: 49-50)

Setiap pasangan pasti mendambakan keturunan. Buah hati yang selalu diupayakan keberadaannya oleh pasangan suami istri. Kebahagiaan rumah tangga dirasa kurang sempurna tanpa kehadiran anak. Hal ini diibaratkan oleh Rasulullah, yang artinya: “Sesungguhnya setiap pohon memiliki buah dan buah hatinya adalah anak…” (HR. Al Bazzar)

Betapa bahagianya para wanita yang mendapati dirinya diberikan karunia Allah berupa kehamilan. Di awal masa kehamilan, ada beberapa wanita tak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Hal ini karena siklus haidnya yang tak teratur. Namun, sebagian wanita yang mempunyai siklus haid teratur akan mengetahui dirinya hamil walaupun hanya mengalami keterlambatan haid selama sehari saja.

Eitss, don’t worry… Ketika ‘masa’ itu tiba, kita dapat mengetahui apakah kehamilan itu datang menghampiri ataukah tidak. Setiap wanita akan mengalami tanda-tanda kehamilan. Ada wanita yang mengalami beberapa tanda-tanda kehamilan. Ada juga wanita yang mengalami seluruh tanda-tanda kehamilan.

Apa saja sih tanda-tanda orang positif hamil?

Oke, mari kita cek bersama. Apakah kita sedang diberikan karunia terindah oleh Allah berupa buah hati penyejuk mata ataukah Allah masih menginginkan kita untuk memperbanyak berdoa dan ikhtiar?

Pertama, Sebagian besar wanita hamil tidak mendapatkan haid. Namun ada beberapa wanita hamil yang tetap mendapatkan haid. Biasanya haid yang dialami akan sangat singkat atau volume darah yang keluar hanya sedikit. Misal, jika biasanya masa haidnya 7 hari, ketika hamil masa haidnya 2-4 hari saja. Nah, bagaimana? Sedang telat haid atau tidak para Bunda?

Kedua, Lakukanlah test pack (alat tes kehamilan). Alat ini dijual bebas dengan harga beragam. Cara pengetasannya sangat mudah, yaitu dengan cara menampung air seni dalam suatu wadah, kemudian mencelupkan alat test pack ke air seni tersebut. Tunggu beberapa saat, jika ada tanda strip 2 buah, maka hasilnya positif hamil. Jika hasilnya hanya menunjukan 1 strip saja, maka hasilnya negatif. Namun alat ini terkadang ‘mengecoh’, karena dalam beberapa kasus alat ini tidak menunjukkan hasil positif sebelum kehamilan menginjak usia 5 minggu. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba, bukan?

Ketiga, kemaluan menjadi lebih lembab karena wanita hamil akan banyak mengeluarkan cairan pada kemaluannya. Cairan ini seperti keputihan, tapi tidak berbau. Jangan khawatir karena ada beberapa cara untuk mengatasinya. Yaitu tidak menggunakan pantyliner karena dapat menambah kelembaban. Kemudian sering membersihkan daerah kewanitaan, mengeringkan dengan handuk, dan sering berganti celana dalam.

Keempat, terlihat pembengkakan pada payudara, sehingga terasa nyeri jika dipegang. Keadaan ini akan terus bertahan (payudara mengeras dan bengkak) selama masa kehamilan.

Kelima, wanita hamil akan merasa kram/nyeri seperti tertusuk pada perut bagian bawahnya, jika melakukan gerakan yang mendadak dan cepat maupun mengangkat beban yang berat. Hal ini merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tumbuh dalam rahimnya.

Keenam, wanita hamil akan sering buang kecil. Kenapa bisa demikian? Karena saat hamil, perkembangan janin dalam rahim akan membuat rahim makin membesar. Pembesaran rahim membuat kantung kemih mudah penuh. Inilah yang membuat wanita hamil sering buang air kecil. Usahakan Bunda untuk tidak menahan kencing agar tidak terjadi infeksi saluran kencing, dan kemungkinan terburuk untuk menghindari terjadinya gagal ginjal.

Ketujuh, kehamilan muda seringkali ditandai dengan sembelit. Untuk mengatasinya, tetaplah mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang serta perbanyak minum air putih.

Kedelapan, wanita hamil akan merasa cepat lelah dan mudah mengantuk. Untuk mengatasinya, usahakan kebutuhan akan istirahat setiap hari terpenuhi. Jika melakukan aktivitas rutin, jangan lupa diselingi istirahat.

Kesembilan, di awal kehamilan, akan ada gangguan berupa perasaan mual hingga muntah. Ada beberapa tips nih untuk meringankan mual dan muntah bagi ibu hamil.  Silahkan baca di: https://myibrah.wordpress.com/2015/11/06/mual-dan-muntah-bye-bye/

Kesepuluh, terjadi perubahan minat terhadap makanan atau bau tertentu dikarenakan adanya perubahan hormon dan perkembangan janin dalam rahim. Ada sebagian yang tidak tahan terhadap bau parfum, bedak, maupun masakan tertentu. Tips buat para suami, yah yang sabar saat menghadapi kondisi tersebut, terlebih saat diminta istri untuk mencari sesuatu demi memenuhi keinginan istri terhadap selera makan tertentu. Yah, yang sabar aja deh.

Terakhir, kesebelas, wanita hamil memiliki suasana hati seperti roller coaster, naik-turun. Kondisi ini sangat membutuhkan dukungan suami. Jika   suami menerima kehamilan dengan suka cita, serta mendampingi istri menjalani masa-masa sulit, istri pun tak akan mengalami rasa cemas yang berlebihan.

Bagaimana Bunda? Apakah Bunda mengalami tanda-tanda kehamilan seperti yang telah disebutkan tadi? Jika iya, maka selamat ya Bunda.

Tahukah Bunda, bahwa balasan dari Allah terhadap wanita hamil adalah setara dengan jihad? Maka berbahagialah. Sungguh berbahagialah. Dan jagalah titipan-Nya dengan sebaik-baik penjagaan iman dan taqwa.

Daftar Pustaka: Chomaria, Nurul. 2015. Panduan Kehamilan untuk Muslimah. Surakarta: Ziyad Books.

Agar Menghafal Al-Qur’an Bukan Sebatas Impian

“Siapa yang akhirat tujuannya, Allah akan mengumpulkan perkara-perkaranya, menjadikan kecukupannya dalam hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan tunduk. Sedang siapa yang dunia adalah tujuannya, niscaya Allah menceraiberaikan urusannya, menjadikan kefakirannya (terpampang) diantara kedua matanya dan dunia tidak mendatanginya selain yang telah ditetapkan untuknya.” (HR. Ahmad)

Siapa yang ingin menjadi hafidz/hafidzah?
Siapa yang ingin mempersembahkan mahkota untuk kedua orangtuanya di surga?
Siapa yang ingin meraih peringkat tertinggi di hadapan Allah?

Seorang muslim, tentunya ingin merealisasikan impian tersebut. Namun seringkali, impian tersebut hanya berakhir menjadi sebuah angan-angan semu.

Sebuah impian agar terealisasi, dibutuhkan upaya untuk mencapainya.  Impian apapun membutuhkan dua unsur penting bagi kesuksesan realisasinya, yaitu: (1) motivasi, tekad kuat dan ketekunan. (2) kemampuan.

Pertanyaannya, bagaimana kiat memacu semangat, menguatkan tekad dan menggapai ketekunan yang memadai guna mewujudkan target?

Pertama, jadikanlah tujuan pertama dan akhir kita untuk menggapai ridha Allah dan surga.

Kedua, banyak mengingat kematian. Cukuplah kematian menjadi nasihat.

Ketiga, banyak berdoa pada Allah. Memohon supaya Allah meningkatkan motivasi kita, membuat kita tidak menyimpang dari tujuan yang hakiki selamanya dan meneguhkan pijakan kita.

Keempat, Sibukkan diri kita dengan menghafal Al-Qur’anul Karim dan konsentrasikan bahwa bila konsisten kita akan berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an.

Kelima, pilihlah lingkungan dan kawan yang baik. Lingkungan dan kawan yang mendukung dalam kebaikan.

Kemudian muncul pertanyaan kembali, bagaimanakah jika tidak memiliki kemampuan untuk menghafal? Hingga muncul ucapan, “Aku tak pandai menghafal. Hafalanku sangat lamban. Aku tak memiliki bakat menghafal Al-Qur’an.”

Saudaraku, kita telah diberikan kemampuan oleh Allah berupa potensi besar, yaitu akal. Dalam sebuah penelitian menyatakan bahwa ketika kita menghafal Al-Qur’an dengan cara teratur, berarti kita memperluas kapasitas memori otak yang kita miliki agar dapat menampung lebih banyak. Sehingga kita sanggup menghafal dan terus menghafal.

Sebagaimana kisah para penghafal. Awalnya mereka mengawali menghafal beberapa halaman saja. Dan setiap hari terus bertambah hingga  mereka berhasil mengkhatamkan. Dengan permulaan seperti ini, jika kita konsisten, dengan izin Allah, kapasitas akal kita semakin besar dan kita dapat meningkatkan jumlah halaman yang kita hafal.

Ketika menghafal Al-Qur’an, setan akan berusaha memutus kita dari keinginan menghafal Al-Qur’an. Maka, janganlah berhenti menghafal. Teruslah menghafal. Jangan menoleh ke belakang dan jangan melihat ke arah belakang. Mari kita memohon pertolongan pada Allah dan berlindung kepada-Nya dari segala apa yang menghalangi kita dari menghafal.

Saudaraku, sekali lagi, sebelum kita menghafal Al-Qur’an. Marilah kita menguatkan tekad kita dan percayalah bahwa kita mampu menghafal Al-Qur’an. Tentunya dengan niat yang ikhlas, konsisten dan dengan izin Allah.

Ya Allah, teguhkanlah kami dalam apa yang kami hafal dan limpahkanlah berkahnya pada kami.

Ya Allah, mudahkanlah untuk kami jalan-jalan ilmu dan masukkan jalan-jalan itu dalam jalan (menuju) ridha-Mu.

Daftar Pustaka: Qasim, Amjad. 2013. Sebulan Hafal Al-Qur’an. Solo: Zamzam.

Mual dan Muntah? Bye Bye…

Ibu hamil sering mual dan muntah? Don’t worry…
Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meringankan mual dan muntah para Bunda.

Apa aja sih tips-nya?
Mari kita simak baik-baik.

Tips Meringankan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil:

Pertama, usahakan perut selalu terisi, jangan sampai dalam keadaan kosong.

Kedua, makanlah dalam porsi kecil namun sering.

Ketiga, di pagi hari, sebelum beranjak dari tempat tidur, isilah perut dengan sedikit makanan ringan.

Keempat, minum air putih dalam jumlah cukup, minimal 8 gelas perhari.

Kelima, Perbanyaklah konsumsi protein.

Keenam, jangan mengkonsumsi makanan berlemak atau gorengan.

Ketujuh, jangan mengkonsumsi zat besi (tablet Fe) pada trimester pertama.

Kedelapan, hindari stres dan kelelahan.

Kesembilan, perbanyak istirahat yang cukup.

Sederhanakan tips-nya?
Tips ini disadur dari buku Panduan Kehamilan untuk Muslimah karyanya Ibu Nurul Chomaria.
Alhamdulillah, lumayan efektif untuk mengurangi mual saya saat hamil. Silahkan buat bunda-bunda untuk mencobanya.. 🙂
Jika mual-mualnya sampai berlebihan banget, segera hubungi dokter/bidan ya Bunda, agar dapat segera ditangani. 🙂

Jaga kesehatan ya Bunda. Semoga adik bayinya terlahir dalam keadaan sehat. Bundanya juga sehat. Serta semoga dapat menjadi generasi yang berkualitas iman, ilmu, mental, spiritual dan jasmani yang baik. Aamiin..

Selamat menempuh masa kehamilan dengan penuh barakah. 🙂

Serial Kanaya: Menjadi Muslimah yang Baik

Bel pulang sekolah berbunyi. Anak-anak berdoa sebelum pulang agar ilmu yang dipelajarinya pada hari itu bermanfaat dan diberikan keselamatan saat perjalanan pulang. Kanaya Rahmahani, biasa dipanggil Naya, anak kecil kelas 5 SD, berperawakan tubuh sedang dengan jilbabnya yang menjulur hingga menutupi dada. Matanya bulat dengan pipi yang tembam menggemaskan. Naya berlari kecil ke arah gerbang sekolah setelah berdoa dan bersalaman dengan wali kelasnya. Ia menuruni anak tangga satu per satu dengan lincahnya. Ia tak sabar ingin segera pulang dan menceritakan pada kakak dan kedua orangtuanya hal apa saja yang telah ia pelajari di sekolah. Ia sangat suka bercerita. Ia juga senang bertanya hal apa saja yang ingin diketahuinya, sampai-sampai orang yang ditanya kadang kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

Sudah lebih dari 30 menit Naya menunggu jemputan dari Bundanya, tapi Bunda tak kunjung kelihatan. Di depan gerbang yang tadinya penuh dengan anak-anak yang menunggu jemputan, kini hanya tersisa 3 orang. Ada seorang anak yang Naya kenal, namanya Azkia. Naya dulu adalah tetangga Azkia. Saat Naya kelas 2 SD, keluarga Naya memutuskan untuk pindah rumah. Sejak saat itu, Naya jarang berjumpa dengan Azkia. Terkadang hanya perjumpaan kilat saat bertemu di kantin sekolah. Naya melihat Azkia yang tampak murung. Ia pun mencoba menghampiri Azkia.

“Azkia, kau mau coklat?” Naya mencoba mendekati Azkia. Ia ingin menghibur Azkia. Naya pikir coklat dapat membuat Azkia ceria, seperti halnya Naya yang sangat suka coklat. Sehingga ia selalu membawa persediaan coklat di tasnya setiap saat.

Azkia tak merespon. Ia hanya terdiam dan tertunduk. Tak lama kemudian, ada seorang wanita berperawakan tinggi tegap dengan rambutnya yang tergerai indah turun dari mobil. Ia memakai jeans ketat dan kaos lengan panjang. Wanita itu menghampiri Naya dan Azkia.

“Hai Naya apa kabarmu, nak?” Wanita itu menyapa Naya. Namun, Naya tak mengenali siapa wanita itu. Melihat Naya yang hanya diam terpaku, wanita itu sadar bahwa Naya tak mengenalinya.

“Tante itu mamanya Azkia, lama tak bertemu Naya. Kau sudah makin besar rupanya.” Wanita itu tersenyum pada Naya.

“Mamanya Azkia? Setahu Naya mamanya Azkia pakai jilbab. Tante kok tidak pakai jilbab?” Tanya Naya polos. Naya mencoba mengingat-ingat wajah Tante Evi, mamanya Azkia, yang dulu pernah ia temui 3 tahun lalu.

“Tante sudah lepas jilbab Naya. Urusan orang dewasa begitu rumit.” Jawab Tante Evi sekedarnya.

“Tapi kata Bunda, setiap muslimah yang sudah besar itu harus pakai jilbab. Karena itu sebagai tanda Allah memuliakan seorang muslimah.”

Tante Evi terdiam sejenak. “Tante sudah bukan muslimah lagi Naya. Tante sudah pindah agama. Sudah ya Naya, Tante harus segera pergi. Salam buat Bundamu.”

Tante Evi pun melenggang pergi ke arah mobil yang diparkirnya. Azkia sudah sejak tadi masuk ke dalam mobil. Wajahnya masih murung.

Bersamaan dengan kepergian Tante Evi, Bunda pun datang menjemput Naya. Naya senang Bunda sudah datang. Ia segera menghampiri Bunda, mengecup kedua tangan Bunda lalu naik ke atas motor.

Sesampainya di rumah, Naya yang masih penasaran dengan perubahan Tante Evi, segera bercerita ke Bundanya.

“Bunda, tadi Naya bertemu dengan Tante Evi. Bunda dapat salam dari Tante Evi. Tapi Tante Evi sekarang sudah berbeda Bunda.”

“Sudah lama Bunda tidak bertemu Tante Evi. Berbeda bagaimana Naya?” Bunda selalu senang mendengarkan cerita Naya.

“Tante Evi tadi tidak pakai jilbab lagi. Katanya karena sudah pindah agama. Berarti Tante Evi sudah bukan Islam lagi ya Bunda? Kenapa Tante Evi pindah agama Bunda? Padahal kata Bunda islam itu agama yang sempurna? Kok Tante Evi masih mencari agama yang lain? Apa islam yang sempurna masih kurang sempurna ya Bunda?” Naya bertanya panjang lebar pada Bundanya.

Bunda prihatin terhadap keadaan Tante Evi. Namun ia juga tersenyum akan pertanyaan-pertanyaan kritis dari anaknya. Ia harus mencari jawaban yang bijaksana terhadap berbagai pertanyaan Naya. Ia juga harus menjelaskan dengan kata-kata yang mudah dipahami anak seumuran Naya.

“Islam itu sempurna Naya. Ada banyak hal yang menyebabkan orang berpindah agama, dari islam ke bukan islam, tapi bukan berarti itu menjadikan Islam tidak sempurna. Islam tetap sempurna dan akan tetap sempurna. Yang membuat islam tidak sempurna bukan ajaran agama islam, tapi akhlak pemeluk islam yang jauh dari islam. Makanya, Naya harus menjadi  muslimah yang baik agar mampu menampilkan kemuliaan islam.” Bunda menarik nafas panjang sejenak. Ia memberikan Naya kesempatan untuk mencerna kalimatnya.

“Selain ada orang yang keluar dari islam, banyak juga orang yang awalnya bukan islam memilih untuk memeluk islam. Naya tahu alasannya kenapa?” Bunda mencoba bertanya pada Naya. Naya menggeleng. Dengan tatapan mata ingin tahu, Naya bertanya, “kenapa?”

“Kelak ketika Naya sudah besar, jelajahilah dunia dan Naya akan tahu. Di luar sana, sebagian besar orang memilih memeluk islam bukan karena terpaksa. Bukan karena terpengaruh perkataan orang. Bukan karena mendengarkan ceramah agama islam. Bukan karena semua itu. Tapi karena keteduhan dan kasih sayang yang dimiliki umat islam. Naya mengerti?”

“Mmmm… Naya mengerti. Naya harus jadi muslimah yang baik. Penuh kasih sayang dan cinta. Agar Naya dapat menjadi muslimah yang mampu menampilkan kemuliaan islam. Begitu kan Bunda?”

“Anak Bunda pintar. Salah satu cara menjadi muslimah yang baik adalah membantu Bunda memasak di dapur.” Bunda tersenyum memanfaatkan kesempatan.

Naya ingin menjadi muslimah yang baik. Ia pun dengan sigap membantu Bunda.