#Bersamamu5

Saat berbincang-bincang waktu makan, aku bercerita tentang teknik bisnis yang baru saja aku pelajari. Aku bercerita panjang lebar tentang hard selling, soft selling, dan teknik closing. Hingga di akhir ceritaku aku bilang, “beberapa hari ini, aku coba pakai soft selling, alhamdulillaah memang pelanggannya jadi lebih ramai dari sebelumnya.”
Terus seperti biasa, jawabanmu pasti diluar dugaanku. “Sudah mencoba bisnis pakai metode Rasulullah belum? Rasulullah kalau bisnis berkata ke pembelinya, barang ini  saya beli dengan harga sekian, kekurangannya ini, kelebihannya ini, silahkan mau ditawar yang cocok berapa dengan kualitas demikian?”
Yah, aku lalu terdiam sejenak sambil berpikir. Hmm.. “Sepertinya aku belum sanggup deh kalau yang kayak dilakukan Rasulullah itu. Mungkin bisa tapi gak sepenuhnya kayak gitu juga soale susah.”
Kembali kau menambahkan, “sahabat salman al farisi, uang dari hasil usahanya, ia jadikan 3 bagian, 1 bagian untuk keperluan keluarganya, 1 bagian disedekahkan, dan 1 bagian untuk modal.”
Aku mencerna ceritamu dengan baik. Mencoba mengambil hikmah darinya.
Terimakasih sayang, karena senantiasa mengingatkan. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s