#Bersamamu5

Saat berbincang-bincang waktu makan, aku bercerita tentang teknik bisnis yang baru saja aku pelajari. Aku bercerita panjang lebar tentang hard selling, soft selling, dan teknik closing. Hingga di akhir ceritaku aku bilang, “beberapa hari ini, aku coba pakai soft selling, alhamdulillaah memang pelanggannya jadi lebih ramai dari sebelumnya.”
Terus seperti biasa, jawabanmu pasti diluar dugaanku. “Sudah mencoba bisnis pakai metode Rasulullah belum? Rasulullah kalau bisnis berkata ke pembelinya, barang ini  saya beli dengan harga sekian, kekurangannya ini, kelebihannya ini, silahkan mau ditawar yang cocok berapa dengan kualitas demikian?”
Yah, aku lalu terdiam sejenak sambil berpikir. Hmm.. “Sepertinya aku belum sanggup deh kalau yang kayak dilakukan Rasulullah itu. Mungkin bisa tapi gak sepenuhnya kayak gitu juga soale susah.”
Kembali kau menambahkan, “sahabat salman al farisi, uang dari hasil usahanya, ia jadikan 3 bagian, 1 bagian untuk keperluan keluarganya, 1 bagian disedekahkan, dan 1 bagian untuk modal.”
Aku mencerna ceritamu dengan baik. Mencoba mengambil hikmah darinya.
Terimakasih sayang, karena senantiasa mengingatkan. 🙂

Iklan

Catatan Pranatal

Sudah 9bulan lebih kita melewati hari bersama. Sebentar lagi Allah akan mempertemukan kita. Perjuangan 9bulan yang tak terlupakan. Mulai dari PPL di SD yg harus masuk dari jam 7 pagi sampai setengah 3sore, dari hari senin sampai sabtu selama 3bulan berturut-turut. Kepayahan-kepayahan saat itu yg harus kita lalui bersama. Kita sering tidak masuk PPL karena kondisi yg sering sakit dan kelelahan. Belum lagi suasana hati yg kacau karena sering mendapat banyak teguran dikarenakan tidak masuk PPL dan sering telat. Yah, mau bagaimana lagi, fisik ini kuatnya memang segitu. Saat itu pun sudah dipaksakan untuk berangkat. Tapi kadang fisik manusia ada kalanya berada di titik-titik drop.Yah, kita melewati hari-hari itu dengan penuh perjuangan bersama. Menaiki sepeda yang dikayuh olehnya dan diantar jemput tiap pagi dan sore. Terkadang saat tak bisa menjemput, kita harus naik bus kemudian jalan kaki sekitar 10menit menuju kos. Namun alhamdulillah, kita berhasil melewati masa PPL itu walau harus dengan terseok-seok. Saat, kita periksa, ibu bidannya bilang, “alhamdulllaah bayinya sehat,Bu.” Alhamdulillah, aku sempat khawatir pertumbuhanmu akan terganggu dengan rutinitasku dan kondisiku yang sangat memforsirmu saat itu, terlebih saat itu kau masih sangat kecil dan rentan, kau sedang berada dalam pertumbuhan trimester pertamamu kala itu. Tapi, alhamdulillah kau berhasil melaluinya, kita berhasil melaluinya bersama.

Kemudian kala memasuki pertumbuhan trimester keduamu, kita harus berpisah jauh darinya selama 40hari. Yah, kita harus KKN di Pati. Alhamdulillah selama KKN kondisi kita lebih stabil. Kesehatanku juga jauh lebih baik dibandingkan saat PPL.  Masa-masa morning sickness juga sudah berlalu. Alhamdulillaah, kita dapat melewati masa KKN dengan sangat lancar. Namun, qadarullah saat dipenghujung KKN aku harus terjatuh dari sepeda motor. Aku sangat khawatir bagaimana kondisimu saat itu. Namun, sekali lagi saat diperiksa ibu bidan bilang, “alhamdulillah, bayinya sehat, Bu.” Alhamdulillah…

Pun perjuangan tak berakhir sampai disitu. Di masa-masa memasuki akhir trimester keduamu hingga trimester ketiga sampai sekarang, kita masih berjuang. Yah, kita bersama-sama mengerjakan skripsi, yang sudah 4bulan lebih tak kunjung selesai. Kita belajar menunggu dosen pembimbing, mengejar dosen pembimbing, bepergian mengejar tandatangan, menunggu revisian, bepergian mencari referensi skripsi, membaca banyak buku untuk referensi skripsi, mengetik sampai larut, melakukan penelitian di SD dan bersabar atas banyak hal. Alhamdulillah kita punya sosok pengayom yang selalu setia memijat kita saat lelah. Dengan segala aktivitas skripsi itu, saat periksa, ibu bidan bilang, “alhamdulillah bayinya sehat, Bu.” Alhamdulillaaah, kau tumbuh dengan sehat.

Kini, sudah 9bulan lebih kita melewati hari bersama. Ternyata, 9bulan itu waktu yang singkat. Masa-masa pertemuan kita hampir tiba. Sampai hari itu tiba, sehat-sehat ya nak di dalam. Rasa sudah tak sabar melihat wajah dan polah tingkah mungilmu. Semoga ya semoga.. Ada banyak sekali doaku untukmu. Semoga ya semoga..

Resep Pizza Ala Magic Com

Pizza…
Hmm.. Enaak..
Buatnya gimana ya? Pasti susah.
Eitsss.. Kata siapa buat pizza susah. Gampang kok buatnya.
Tapi alat-alat dan bahannya gimana? Gak ada kompor atau oven atau teflon nih.
Hmm.. Santai aja, kita dapat buat pizza tanpa semua itu kok. Cukup dengan magic com. Mau tau caranya gimana?
Bagus nih buat dicoba temen-temen kos yang pengen pizza tapi lagi ngirit. Hehe
Siapin dulu yuk alat dan bahannya:
150 gram terigu segitiga biru
1 sdm ragi fermipan campur dengan 75ml air hangat biarkan sampai berbuih/berbusa
1/2 sdt garam
1 sdt gula
Merica secukupnya
2 sdm minyak goreng (bisa diganti margarin yg sudah dilelehkan)
Bahan toping:
1 bungkus sosis ayam
3sdm saus tomat
1 buah bawang bombay (tidak pakai bawang bombay gak apa-apa kok, bisa diganti dengan boncabe bagi yang suka pedas atau saus tiram)
Keju secukupnya
* note : sosis ama bawang bombay boleh ditumis sebentar
Hmm.. Trus gimana nih cara ngolahnya?
Yuk lakukan step by step berikut:
1. Masukkan terigu ke dalam wadah
2. Masukkan garam gula dan merica
3. Masukkan campuran air hangat dan Fermipan
4.Masukkan minyak goreng dan aduk sampe kalis
5. Setelah kalis tutup wadah dan diamkan kurleb 1 jam supaya adonan menjadi empuk dan lembut
6. Lumuri panci magic com dengan margarin secara merata
7. Setelah adonan lembut, tata dipanci Magic com oles saus tomat sosis bawang bombay keju (bisa juga ditambah bon cabe atau saus tiram)
8. Siaaap dipanggang. Jangan lupa untuk pencet tombol cook sampe 3 kali yaa
Taraaaaa…… Pizza siap dihidangkan hehe…
Saya sudah mencobanya dan kata suami rasanya enak walaupun kepedesan karena saya terlalu banyak ngasih bon cabe. Hihihiii…
Ini nih hasilnyaa… Karena lagi gak punya keju, saya buatnya gak pake keju yaa. 🙂

image

Selamat mempraktekkaan.. ^_^