Warna-warni Mahasiswa

Mahasiswa baru. Banyak hal yang ingin dilakukan. Ada yang menuangkan hasrat itu dalam bentuk mengikuti banyak organisasi kemahasiswaan, mengikuti lomba-lomba keilmiahan, fokus study oriented, bahkan yang bermalas-malasan sekedar kuliah pulang-kuliah pulang pun ada. Beragam warna mahasiswa baru menjadikan kampus laksana pelangi (tapi bukan LGBT lho yaa :D).

Mahasiswa pertengahan semester. Kini mulai melepas satu per satu organisasi yang diikuti dan fokus pada salah satu atau salah dua organisasi yang benar-benar menjadi passionnya. Itu untuk mahasiswa yang katanya organisatoris. Lain halnya dengan mahasiswa yang suka mengikuti lomba-lomba. Dulu yang masih cupu dan belum berpengalaman dalam hal lomba-lombaan, kini mulai menampakkan taringnya. Mulai rajin jalan-jalan ke luar kota gratis, beberapa kadang harus merogoh kocek jika dana yang turun dari kampus untuk lomba masih kurang. Tak hanya luar kota,  ada pula yang berkesempatan ikut lomba ke luar pulau bahkan luar negeri. Itu buat mahasiswa yang katanya ilmiah. Beda lagi dengan mahasiswa yang fokus nugas-nugas-nugas, yang sangat mengejar cumlaude. Sampai pertengahan semester pun masih bersemangat nugas. IP turun dikit langsung nangis guling-guling (hehe, terlalu mendramatisir). Itu buat mahasiswa yang katanya study oriented. Ada pula mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) yang masih stay cool dengan kupu-kupunya. Filosofi yang dipakai umumnya jalani hidup bak air mengalir.

Mahasiswa akhir. Tujuannya sama: pengen segera lulus, kelar skripsinya dan diwisuda. Namun jalan yang ditempuh berbeda-beda. Ada yang nyaman dengan organisasinya sampai keasikan ngurus organisasi. Ada yang cepet banget ngurus skripsinya sehingga cepet lulus. Ada yang cepet ngurusnya tapi pihak luar seperti dosen pembimbing yang tidak mendukung karena susah ditemui atau revisi yang lama atau terlalu banyak revisi dan lainnya. Pun ada pula yang bersantai mengerjakan skripsinya.
Ya. Mahasiswa dari awal hingga akhir beragam warnanya. Tentunya tak hanya sebatas pengamatan yang tidak ilmiah yang saya tulis ini. Masih banyak ragam pilihan lainnya menjadi mahasiswa yang ‘gue banget’ menurut mindsetnya masing-masing.

Bagaimanapun jalan yang dipilih mahasiswa, itu akan membentuk pribadinya selama kurang lebih 4 tahun di bangku kuliah. Apapun jalan yang dipilih mahasiswa, semoga mahasiswa tidak menjadi ‘pelacur intelektual’.
Mahasiswa harapan bangsa. Akankah masih tetap menjadi harapan?

*maafkeun tulisannya blepotan. Tanpa editing hehe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s