Kenikmatan Terbesar

Apa kenikmatan terbesar dalam hidupmu?

Salahkah jika aku mengatakan “ISLAM” adalah kenikmatan terbesar dalam hidup kita?

Dengan Islam, kita memiliki pandangan hidup yang jelas. Kita pahami Allah yang menciptakan kita, dengan tujuan untuk beribadah padaNya. Kemana kita setelah mati juga sangat jelas. Allah yang menciptakan kita dan kepadaNyalah kita kembali. Bayangkan jika dalam hidup ini, kita tak tahu untuk apa tujuan hidup kita dan akan kemana kita setelah mati? “Islam telah mengajarkannya”.

Dengan Islam, kita dapat memahami mana yang baik dan buruk. Yang baik adalah segala yang dihalalkan Allah dan yang buruk adalah segala yang diharamkan oleh Allah. Bayangkan jika dalam hidup ini, kita tak dapat membedakan mana yang baikk dan buruk? “Islam telah mengajarkannya”.

Dengan Islam, kita dapat memahami makna kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati yaitu ketika Allah ridho kepada kita. Bayangkan jika dalam hidup ini, kita tak paham hakikat kebahagiaan sejati? Yang ada hanya kurang dan kurang. “Islam telah mengajarkannya”.

Islam adalah agama sempurna.
Emas seisi bumi pun tak mampu menandingi nikmat Islam bagi orang yang sungguh berislam kaffah.

 

 

Iklan

#Bersamamu1

Menjalani hari-hari sebagai seorang istri. Ada suka dan duka.

Pernah suatu hari aku pulang dari bepergianku dan tiba-tiba langsung menangis didekapan lembutmu.

Kau bertanya, “ada apa?”

“Aku capek,” ujarku sambil masih menangis sesenggukan.

Kemudian kau memijat tangan dan kakiku.

Sembari memijat kau menceritakan sebuah kisah padaku. Sebuah kisah klasik yang aku pun tahu itu. Namun kisah yang keluar dari lisanmu, tetap meninggalkan bekas berbeda.

“Adek ingat kisah Fatimah?”

Aku hanya diam dan masih sibuk dengan tangisku.

“Pernah suatu hari Fatimah merasa begitu lelah dengan semua pekerjaan yang dijalaninya. Lalu Fatimah memutuskan untuk pergi ke tempat Rosulullah guna meminta seorang pembantu. Tak mustahil bagi Rosulullah untuk memberikan Fatimah seorang pembantu. Terlebih Fatimah adalah anak yang sangat disayangi Rosulullah. Rosulullah bisa saja memberikan apa yang Fatimah inginkan. Tapi Rosulullah justru memberikan hal lain, yang insyaallah lebih bermanfaat bagi dunia dan akhirat Fatimah. Rosulullah mengajarkan Fatimah untuk memperbanyak mengingat Allah, melalui tasbih, tahmid, dan takbir.”

Dengan masih sambil menangis, aku mencoba meresapi kata itu.

Kemudian kau mengusap air mataku.

“Adek banyak dzikir ya. Allah tak akan menyia-nyiakan hambaNya,” ucapmu lembut.

Kau terus memijatku hingga aku merasa tenang.

 

Ya, aku senantiasa bersyukur bisa bersamamu, suamiku.