Pemanfaatan Buah Markisa sebagai Sumber Tenaga Listrik Alternatif

Judul Penelitian        :Pemanfaatan Buah Markisa Sebagai Sumber Tenaga Listrik Alternatif

Tujuan Penelitian     : untuk mengetahui sejauh mana markisa dapa digunakan sebagai sumber tenaga listrik alternatif.

Landasan Teori        :

1. Klasifikasi Markisa

Buah Markisa bukanlah tanaman asli Indonesia, tetapi merupakan buah asli dari Amerika Latin. tanaman yang berasal dari Luar Negeri Amerika Selatan yaitu Negara Brasil, yang menyebar sampai ke Indonesia. Di negara asalnya Markisa tumbuh liar dihutan-hutan basah yang mempunyai ratusan Species Passiflora. Di belahan dunia, markisa dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis.

Nama lain markisa diantaranya Maracujá (Portugis),  Maracuyá (Spanyol), Passion fruit (Inggris), Granadilla (Amerika Selatan dan Afrika Selatan), Passiflora (Israel), Liliko’i (Hawaii) dan Lᾳc tiến, Chanh dấy atau Chanh leo (Vietnam).

Klasifikasi ilmiah  
 
Kerajaan: Plantae
Divisi: Spermathopyta
Ordo: Malpighiales
Famili: Passifloraceae
Genus: Passiflora
Spesies: P. edulis
Nama binomial: Passiflora edulis  

Markisa dapat tumbuh pada ketinggian 800 – 1.500 m diatas permukaan laut. Tanaman markisa diperbanyak dengan stek dan teknik sambungan dengan sistem rambatan. Markisa segar tinggi di beta karoten, kalium dan serat makanan. Markisa merupakan sumber asam askorbat (vitamin C) yang baik. Ia berbentuk bubuk kristal kuning keputihan yang larut dalam air dan memiliki sifat-sifat antioksidan.

2. Kandungan Buah Markisa

Dalam markisa terdapat banyak sekali kandungan kimia. Nilai kandungan gizi markisa per 100 g (sumber: USDA National Nutrient data base) adalah:

Energi 97 Kcal 5%
Karbohidrat 23,38 g 18%
Protein 2,20 g 4%
Total lemak 0,70 g 3%
Kolesterol 0 mg 0%
Serat diet 10,40 g 27%
VITAMIN
Folates 14 mcg 3%
Niacin 1,500 mg 9%
Pyridoxine 0,100 mg 8%
Riboflavin 0,130 mg 10%
Thiamin 0 mg 0%
Vitamin A 1274 IU 43%
Vitamin C 30 mg 50%
Vitamin E 0.02 mcg <1%
Vitamin K 0,7 mg 0,5%
ELEKTROLIT
Sodium 0 mg 0%
Kalium 348 mg 7%
MINERAL
Kalsium 12 mg 1,2%
Tembaga 0,086 mg 9,5%
Besi 1,60 mg 20%
Magnesium 29 mg 7%
Fospor 68 mg 10%
Selenium 0,6 mcg 1%
Seng 0,10 mcg 1%
PHYTO-NUTRISI
β –karoten 743 mcg  
Crypto-xanthin 41 mcg  
Lycopene 0 mcg  

3. Markisa sebagai Sel Volta

Sel volta merupakan jenis sel elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks yang berlangsung spontan. Baterai markisa merupakan sel volta, karena kandungan kimia yang terdapat dalam markisa dapat berubah menjadi energi listrik. Markisa yang mengandung cairan elektrolit terutama pada kandungan vitamin C yang masam dapat menimbulkan adanya sel volta, apalagi jika dibantu oleh anoda dan katoda dalam markisa tersebut yang juga mengandung tembaga dan seng. Dengan bantuan dari luar berupa Anoda lempeng tembaga ditancapkan pada pangkal markisa. Sedangkan katoda yang berupa lempengan seng ditancapkan pada bagian bawahmarkisa tersebut. Kemudian anoda dan katoda tersebut disambungkan pada kaki-kaki LED, sehingga LED menyala. 3 buah markisa mampu menyalakan 1 lampu LED. Hal ini terjadi karena adanya larutan elektrolit yang terkandung dalam air asam markisa tersebut.

Tempat dan Waktu Penelitian         :Percobaan membuat listrik alternatif markisa ini dilaksanakan di kos Anastasia pada hari Rabu, 30 April 2014 dan di kos Baeti pada hari Minggu, 4 Mei 2014.

Alat dan Bahan      :

            Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah:

–         Gunting

–         Pisau

–         Capit buaya

–         Lempengan seng (Zn)

–         Lempengan tembaga (Cu)

–         Kabel kecil

–         Lampu LED

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah:

–          Markisa 3 buah

Langkah Kerja          :

  1. Siapkan semua bahan dan alat untuk melakukan percobaan.
  2. Belah buah markisa dengan silet secara membujur.
  3. Masukkan lempeng tembaga dan lempeng  seng pada bagian yang telah di belah.
  4. Hubungkanlempeng tembaga pada markisa yangsatu dengan lempeng seng padamarkisa yang lain melalui kabel kecil.
  5. Buat rangkaian sehingga membentuk rangkaian seri. Pemasangan lempengan tersebut sebagai berikut: CU-ZN-CU-ZN dan seterusnya.
  6. Jepitkan capit buaya diantara  kabel pada lempengan tembaga dan seng tersebut.
  7. Setelah semuanya tersambung akan didapat anoda dan katoda di ujung markisa pertama dan terakhir. Kemudian anoda dan katoda tersebt disambungkan pada kaki-kaki LED.
  8. Perhatikan nyala atau tidaknya  lampu LED

Data Hasil Penelitian:

Banyaknya markisa Tegangan yang dihasilkan Nyala lampu LED
1 buah ±0,5 volt Tidak menyala
2 buah ±1 volt Redup
3 buah ±1,5 volt Menyala

 

Analisis Data              :

Hasil percobaan menunjukkan bahwa markisa satu buah menghasilkan arus yang sedikit dan tidak bisa menyalakan LED. Dengan penambahan buah minimal 2 buah maka akan menambahkan arus listrik  yang berakibat LED menyala semakin terang.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari perbandingan 3 buah markisa dapat menyalakan 1 buah lampu LED.

Daya lampu dapat bertambah apabila buah markisa ditambah karena didalam buah markisa terdapat elektrolit yang mengandung air asam yang sangat berpengaruh, semakin banyak cairan markisa yang dipakai semakin besar tegangan yang didapat. kandungan dari satu buah markisa itu sendiri mengandung sekitar 0,5 volt dari kandungan elektrolit asam untuk menghantarkan aliran listrik terhadap lampu.

Simpulan                    :

Dari penelitian yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa markisa dapat mengalirkan arus listrik karena mengandung senyawa kimia yang bersifat sangat asam apabila markisa masih dalam keadaan segar atau muda. Sebanyak 3 buah markisa mampu menyalakan 1 lampu LED.

Percobaan yang terjadi dalam penelitian menggambarkan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghasilkan sumber tenaga listrik alternatif dari bahan biomassa.  Kadungan zat kimia dan rasa asam yang ada dalam buah markisa dapat menghatarkan arus listrik. Adanya arus yang terjadi mampu menyalakan LED.

Melaui rangkaian yang lebih baik  lagi dari percobaan penelitian ini, maka dimungkinkan tercipta sumber energi yang dapat menggantikan energi yang telah ada.
Kemampuan buah markisa sebagai larutan elektrolit dapat menyalakan lampu. Fenomena ini akan menghemat pemakaian energi listrik dari bahan fosil.

 Saran              :

  1. Sebaiknya gunakan markisa yang tidak terlalu matang, karena jika sudah terlalu matang markisa tersebut akan mengandung glukosa sehingga akan menghambat aliran listrik.
  2. Sebelum anoda dan katoda dihubungkan dengan LED, ukur dahulu menggunakan multitester agar dapat mengetahui energi listrik (volt) yang dihasilkan.
  3. Gunakan lampu LED kecil yang sesuai dengan volt yang dihasilkan rangkaian tersebut.
  4. Apabila tidak terdapat capit buaya anda dapat menggunakan klip kertas untuk penggantinya.
  5. Usahakan rangkaian kabel tetap kering untuk menghindari konsleting listrik
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s