Nabi Muhammad Sebagai Pembawa Rahmatan lil’alamin

rahmatan-lilalamin

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (keselamatan) hari kiamat dan ia senantiasa mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang tidak pernah bosan melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada segenap makhluk. Tak lupa shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Salam, dan atas keluarga serta sahabat, juga siapapun yang mendukungnya.

Kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas tentang kemuliaan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Salam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dalam hal ini untuk mengikuti kontes yang diadakan oleh VHARI.HECK.IN yang semoga diberkahi Allah dan langkah saya untuk menggapai ridha-Nya. Serta semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Amin.

Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Salam adalah manusia yang sukses dalam berbagai dimensi kehidupan. Di dalam buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah, yang ditulis oleh Michael Hart, ia mengakui bahwa Rasulullah merupakan orang yang paling berpengaruh dalam lembar sejarah manusia. Oleh karena itu, ia menempatkan Rasulullah di posisi pertama dari seratus tokoh terkemuka di dunia.

Rasulullah merupakan sosok hebat yang dapat menyeimbangkan antara jasmani dan rohani, serta duniawi dan ukhrawi, yang menyebabkan dirinya mempunyai daya tarik luar biasa dan sangat dicintai oleh pengikutnya hingga sekarang. Kesuksesan yang dicapai Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Salam ini bukan sesuatu yang tak bisa dijangkau. Sebab, beliau bukanlah malaikat. Beliau sama seperti kita, yaitu hanyalah manusia biasa.

“Katakanlah, ‘Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?’…” (QS. Al-Isra: 93)

Jejak Rasulullah dapat kita ikuti dengan cara meneladani akhlaknya. Bagi yang ingin tahu lebih mendalam tentang kemuliaan akhlak Rasulullah, anda dapat membeli dan membaca kisah-kisah beliau dalam buku Shirah Nabawiyah. Dengan membaca buku tersebut, insyaAllah kecintaan kita terhadap Rasulullah akan semakin bertambah.

Kemarin malam, tepatnya sehabis shalat Isya, saya menghadiri peringatan maulid nabi yang diselenggarakan oleh masjid Jami’, Sarang-Rembang, Jawa Tengah. Meskipun malam sedikit lebih dingin karena hujan yang turun sejak sore masih gerimis, namun kondisi itu tak menyurutkan para undangan untuk hadir.

Di tempat tersebut, lantunan shalawat berkumandang dengan begitu syahdu. Para undangan disuguhkan dengan tarian dan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh anak-anak TPA. Ketika tiba kesempatan Bapak Kyai untuk berceramah, para undangan mendengarkan dengan khidmat. Bapak Kyai bercerita tentang sejarah Nabi Muhammad mulai lahir hingga meninggal. Ketika tiba di kisah saat Rasulullah sakit dan tiba waktunya untuk meninggal, para undangan terbawa oleh kisah tersebut sampai ada yang menitihkan air mata. Begitu cintanya Rasulullah kepada umatnya sampai di akhir ajalnya beliau mengucapkan, “umatku, umatku, umatku”. Kemudian sejauh mana kita yang mengaku umat Rasulullah mencintai Rasulullah dengan tulus?

Akhlak Rasulullah cerminan dari Al-Qur’an. Beliau dapat menempatkan diri dengan bijak, baik itu sebagai sahabat, pemimpin, tetangga, kepala keluarga, maupun musuh. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang berhasil dan dicintai rakyatnya, seorang ayah dan suami yang perhatian, sahabat yang menyenangkan, pebisnis yang ulet dan sukses, guru pembimbing, dan sebagainya. Seorang pribadi komplit dengan kesuksesan luar biasa. Bahkan banyak kisah yang memberitahukan bahwa para musuh pun sangat menghormati dan mengagumi pribadi beliau.

Oleh karena itu, marilah kita mencintai Rasulullah dengan setulus cinta. Karena cinta kepada Rasulullah akan membuat kita menjadikan beliau sebagai figur ideal, suri teladan untuk menjadi manusia yang benar-benar mencintai Allah, segala perbuatan ditujukan untuk memperoleh keridhaan-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda:

“Ada tiga hal yang siapa saja memiliki hal tersebut, maka ia akan merasakan manisnya iman; hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibandingkan yang lainnya, hendaknya ia mencintai dan membenci seseorang karena Allah, dan hendaknya ia tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak senang kalau dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Salam adalah lautan keteladan. Lautan yang berisi kandungan harta yang tak ternilai harganya. Saya percaya, anda semua ingin menuai manfaat dari harta itu. Benar bukan? Nah, oleh karena itu, ayo kita ikuti jejak Rasulullah. Yaitu, dengan cara menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan Allah, dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. InsyaAllah, hidup kita akan lebih indah dan bahagia. Saya percaya itu, anda juga kan? ^-^

Proposal Masa Depanku

Gambar

 

Ada 5 gelar yang ingin saya sematkan pada diri saya di masa depan:

1.Hafidzah

Saya bertekad untuk menjadi hafidzah yang hafal 30 juz

2. Pengusaha sukses

Saya ingin menjadi pengusaha dan berharap lewat lahan inilah mata pencaharian saya, sehingga aktivitas sebagai pendidik dapat saya jadikan sebagai lahan amal. Saya ingin membangun usaha dalam hal fashion muslimah, apotek, toko  buku, percetakan, makanan dan minuman. Saya ingin membangun taman baca, rumah asuh, sekolah dan membuka lapangan kerja untuk orang lain

3. Penulis produktif

Saya ingin menghasilkan beragam karya tulis produktif yang dapat menginspirasi banyak orang dalam berbagai hal.

4. Guru Besar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Setelah meraih gelar sarjana pendidikan, saya ingin meraih gelar profesor dan doktor dalam bidang psikologi khususnya psikologi pendidikan anak. Dan menjadi expert di bidang yang saya geluti.

5. Inspirator

Saya ingin menjadi orang yang dapat memotivasi dan menginspirasi orang lain. Saya juga ingin memiliki pesantren dan lembaga sosial yang dapat membawa banyak perubahan baik bagi kehidupan orang lain khususnya muslimah.

Pada tahun 2013:

  1. Saya telah menghasilkan 11 karya tulis yang dimuat di media cetak.
  2. Saya akan menjadi pioner dan berada di garis terdepan dalam menghijaukan kampus PGSD UNS dengan cara mengusulkan kegiatan menanam pohon, membuat taman bunga, membawa plastik sendiri kalau membeli sesuatu di kantin atau kopma, membuang sampah pada tempatnya dan merenovasi pagar depan kampus PGSD agar tampak lebih layak.
  3. Saya akan menciptakan inovasi terhadap kajian-kajian keislaman di PGSD agar banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti kajian dengan target 75 orang.
  4. Di akhir tahun 2013 saya telah hafal 7 juz dan hafal hadist arba’in.

Pada tahun 2014:

  1. Saya mendapat keuntungan tiap minggu 1 juta dari usaha makanan dan minuman dan mulai melebarkan sayap serta terjun ke usaha fashion.
  2. Saya akan menjadi pioner dalam menciptakan peradaban islam di kampus PGSD UNS dengan cara mengusulkan program “one day one ayat” bagi para mahasiswa yang berminat untuk menghafalkan Al-Qur’an dan program peminjaman dana dengan sistem bagi hasil bagi para mahasiswa yang berminat untuk menjadi wirausaha.
  3. Saya telah menghasilkan 49 karya tulis yang dimuat di media cetak maupun elektronik.
  4. Saya telah menghasilkan 5 karya tulis ilmiah yang dapat menjadi sumbangsih terhadap pemecahan beragam problematika masyarakat.
  5. Saya menjadi juara PIMNAS.
  6. Di akhir tahun 2014, saya telah hafal 15 juz dan telah membaca, memahami sekaligus menghayati esensi dari 31 buku baik fiksi maupun non-fiksi.

Pada tahun 2015 :

  1. Saya menjadi mawapres tingkat nasional.
  2. Saya jalan-jalan ke luar negeri  gratis dan dapat pesangon.
  3. Saya telah menjuarai 15 lomba.

Pada tahun 2016:

  1. Saya menjadi lulusan terbaik. (IP cumlaude lulus 3,5 tahun)
  2. Usaha dalam bidang percetakan yang saya rintis sejak tahun 2015 untung 3 juta per bulan.
  3. Usaha dalam bidang makanan minuman target untung 2 juta per minggu
  4. Usaha dalam bidang fashion target untung 3 juta per bulan
  5. Saya telah menerbitkan 1 buku.
  6. Di akhir tahun 2016, saya telah hafal 30 juz dan telah membaca, memahami sekaligus menghayati esensi dari 50 buku baik fiksi maupun non-fiksi.

Pada tahun 2017:

  1. Saya akan menikah dengan seseorang yang berprofesi sebagai ulama sebagai kerja wajibnya, pengusaha sebagai mata pencaharian utamanya, dan dokter sebagai kerja sampingan sekaligus lahan amalnya (kalau diizinkan oleh Allah). Orangnya sederhana dan bersahaja, teguh imannya, kuat azzamnya, bagus akhlaknya, dan Allah tujuan tertingginya.
  2. Saya akan menjadi guru SD di daerah terpencil. Saya akan mengabdikan diri disana. Saya akan menjadi guru ngaji bagi anak-anak kampung dan mengadakan kajian-kajian rutin bagi ibu-ibu.
  3. Saya akan merintis usaha sebagai petani dan peternak dengan target keuntungan 31 juta per bulan.
  4. Saya akan memperkerjakan orang untuk mengurus dan mengembangkan usaha yang telah saya rintis semasa kuliah.

Pada tahun 2020 :                           

  1. Saya akan merintis pembangunan taman baca, rumah asuh, masjid sekaligus pesantren secara bertahap bersama suami tercinta.
  2. Saya akan membangun apotek dan klinik jika suami saya seorang dokter atau jika mengenal orang yang mempunyai keahlian dokter dengan visi yang sama seperti saya.
  3. Saya telah menciptakan lapangan kerja bagi 1500 orang.
  4. Saya akan merintis pembangunan di desa.

Pada tahun 2030 :

  1. Saya telah menunaikan ibadah haji dan telah menaikhajikan kedua orangtua saya dan mertua saya.
  2. Saya telah memiliki keluarga sakinah mawaddah warahmah dengan 3 anak yang hafidz-hafidzah.
  3. Saya akan membangun sekolah berbasis alam dan IT.
  4. Saya telah menghasilkan 1001 karya tulis inovatif dan menginspirasi.
  5. Saya telah menjadi inspirator dan motivator bagi 1 juta orang
  6. Saya telah melahap 313 buku dan selanjutnya masih terus bersemangat untuk melahap buku.
  7. Indonesia emas telah terwujud.

 Pada tahun 2034 :

  1. Saya hidup di bawah kekuasaan Daulah Khilafah Islamiyyah. Negara islam yang dinantikan telah berdiri.

Pada tahun 2038 :

  1. Saya telah menjadi guru besar di FKIP.
  2. Saya akan memberi inovasi terhadap sistem pendidikan di Indonesia agar terlahir generasi yang cerdas, berkualitas, dan beradab.
  3. Saya telah memiliki perusahaan percetakan dan penerbitan yang sangat besar.
  4. Saya telah menjadi wirausaha yang sangat sukses.

Pada tahun 2040 :

  1. Saya ditinggal suami untuk berjihad fisabilillah. Kalaupun beliau ditakdirkan meninggal dalam arena jihad, saya dan anak-anak saya akan tersenyum bangga.

Pada tahun 2048 :

  1. Saya telah memiliki 5 anak hafidz-hafidzah yang siap berjuang untuk menegakkan agamanya dan siap memberi kebermanfaatan untuk orang-orang disekitarnya.
  2. Saya telah sukses menjadi pendidik yang mencetak generasi Rabbani.
  3. Saya telah sukses menjadi anak, istri dan ibu.
  4. Saya telah sukses menjadi pengusaha.

InsyaAllah semuanya akan terkabul atas kehendak Allah. Aamiin…^^

Krisis Eksistensi Generasi Bahasa Indonesia

Gambar

Eksistensi bahasa Indonesia di era globalisasi dipertanyakan. Marak dijumpai pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) masih terkesan kaku dan terlalu formal. Sehingga rakyat Indonesia, khususnya para remaja cenderung memakai bahasa kolokial informal. Pemakaian bahasa yang tidak baku di kalangan remaja semakin melunturkan citra tatanan bahasa Indonesia yang terstruktur.

Semakin majunya kebudayaan dan ilmu pengetahuan suatu negara maka akan semakin banyak pembiasan bahasa. Dari bahasa baku menjadi bahasa gaul contohnya penggunaan istilah elu, gue dan penulisan sms yang disingkat-disingkat sehingga orang awam harus sedikit mengerutkan kening untuk membaca dan memahaminya. Anak muda zaman sekarang juga banyak menggunakan bahasa-bahasa kiasan serta banyak sekali penjabaran-penjabaran kalimat yang bervariasi seperti bonyok, capcuss, tiyus miyapah, kepo, alay, katrok, terus gue harus bilang wooow gituch, dan lain sebagainya. Dari segi pergaulan, para remaja berlaku demikian agar terlihat mengikuti perkembangan zaman tanpa memikirkan efek jangka panjang terhadap eksistensi bahasa Indonesia.

Sepanjang sejarah bahasa Indonesia selalu mengalami perkembangan. Banyak istilah bahasa asing yang diserap dalam bahasa Indonesia. Bahasa-bahasa yang masuk itu dapat memperkaya bahasa Indonesia terutama dari segi perbendaharaan kata (Badudu, 2006:7). Walaupun bahasa Indonesia diperkaya oleh bahasa lain, tetapi struktur bahasanya tidak dapat diganti secara keseluruhan. Bahasa Indonesia tetap dapat menunjukkan jati dirinya jika rakyat Indonesia sadar akan hakikatnya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Dalam mengikuti derap peradaban, Indonesia perlu menyerap unsur bahasa dari luar. Buku-buku keilmiahan banyak menggunakan bahasa asing sehingga haruslah diupayakan penulisannya dalam bahasa Indonesia. Untuk itu, ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama, menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Kedua, mengusahakan adanya perangkat peristilahan dalam bahasa Indonesia yang menyangkut bidang tersebut. Dengan demikian, upaya yang perlu dilakukan agar pengembangan bahasa Indonesia seimbang dengan gerak laju pembangunan di bidang iptek ialah penyusunan dan pembakuan istilahnya.  Jadi secara garis besar, istilah asing darimanapun asalnya harus melalui tiga proses yaitu adopsi, adaptasi, dan terjemahan. Setelah melewati ketiga proses tersebut, istilah tersebut baru dapat dikategorikan sebagai kosakata bahasa Indonesia.

Walaupun dalam bahasa Indonesia telah terdapat padanan kata untuk istilah dalam bahasa asing, namun banyak dari masyarakat Indonesia yang justru lebih bangga jika dalam berkomunikasi baik lisan maupun tertulis diselingi dengan kosakata dalam bahasa asing. Seperti penggunaan istilah connect, browsing, upload, download, dan lain-lain. Padahal istilah tersebut sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

Adapun opini sebagian masyarakat yang sempat diliput di sebuah media televisi mengatakan bahwa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi saat ini tidak lagi efektif bahkan terasa kaku. Ironisnya hal tersebut juga kita temukan dalam komunikasi antarpelajar di sekolah bahkan saat berlangsungnya pembelajaran bahasa Indonesia. Kita tak bisa memungkiri hal tersebut.

Agaknya pemahaman kita dalam menghayati dan mengamalkan bahasa Indonesia sesuai kaidah sangatlah kurang. Padahal pemerintah telah sering berkoar-koar untuk menerapkannya. Namun istilah-istilah yang telah dikodifikasi tersebut hanya mendapat sedikit porsi perhatian di masyarakat luas. Akibatnya bisa ditebak, pemakaian bahasa Indonesia bermutu rendah, kalimatnya rancu dan kacau, kosakatanya payah, dan secara semantik sulit dipahami maknanya. Anjuran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar seolah-olah hanya bersifat sloganistis, tanpa tindakan nyata dari penuturnya (Sawali Tuhusetya, 2007).

Upaya pemakaian bahasa Indonesia dengan baik dan benar tampaknya hanya akan menjadi slogan dan retorika apabila tidak diimbangi dengan gencarnya sosialisasi kaidah bahasa baku di berbagai lini dan lapisan masayarakat. Kita butuh generasi yang sadar dalam berbahasa. Bersikap jujur dan lugas dalam mengamalkan kaidah yang berlaku. Andakah orangnya?