Kesenian dalam Perspektif Islam

GambarIslam merupakan agama yang syumul. Segala aspek kehidupan telah dijelaskan secara gamblang oleh agama yang sempurna ini. Mulai dari aspek pendidikan, hukum, sosial, ekonomi, sampai politik. Bahkan aspek kesenian pun diulas di dalamnya. Terbukti ketika Rasulullah bersabda bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan. Itulah prinsip kesenian yang didoktrinkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Karena ketika kita berbicara tentang kesenian, maka terasosiasi dibenak kita istilah keindahan.

Seni merupakan sesuatu yang indah, halus, dan permai jika kita mengaitkannya dengan makna literal. Sedangkan jika ditinjau dari terminologinya, seni adalah segala sesuatu yang halus dan indah yang menyenangkan hati dan perasaan manusia. Para filsuf seperti Al-Farabi dan Al-Ghazali memiliki definisi sendiri terhadap seni. Al-Farabi mendefinisikan seni sebagai ciptaan yang berbentuk keindahan. Adapun Al-Ghazali mendefinisikannya sebagai kerja yang berkaitan dengan rasa jiwa manusia yang sesuai dengan fitrahnya. Jadi, pada hakikatnya, seni merupakan suatu karya cipta yang memuat nilai-nilai estetika yang menimbulkan perasaan bahagia.

Dalam perspektif islam, konsep kesenian berorientasikan pada konsep tauhid dan pengabdian diri pada Allah. Artinya, dengan kita mengapresiasi seni, maka timbul perasaan sadar atas keagungan Allah, Tuhan Pencipta Semesta Alam. Manusia sadar akan kaitannya dengan alam, ketuhanan dan rohani. Manusia karena merasa terikat dengan alam maka ia tak akan melakukan pengrusakan terhadap lingkungannya. Manusia karena merasa terikat dengan Tuhan maka ia tak akan melakukan hal-hal yang sekiranya membuat Penciptanya murka. Manusia karena merasa terikat dengan rohaninya maka ia tak akan melakukan hal-hal yang sekiranya mengusik ketenangan batinnya. Kesadaran akan keterikatan itulah secara tidak langsung meningkatkan derajat spiritualitas dan martabat manusia secara ruhaniah. Hal tersebut selaras dengan fungsi seni dalam meningkatkan aspek kerohanian, spiritual, dan pendidikan menurut sudut pandang islam.

Menilik dari pandangan Al-Qur’an mengenai seni dan keindahan, maka tidak dapat dilepaskan dari kebesaran Allah dalam menciptakan semua kejadian dengan begitu terstruktur dan sistematis.  Segala apa yang Allah ciptakan begitu sempurna dan berestetika tinggi. Semuanya merupakan Master Piece dari Sang Maha Indah. Manusia harus senantiasa berpikir dan bersyukur atas semua yang telah Allah ciptakan. Karena mulai dari penciptakan nukleus sampai alam semesta tak ada kecacatan. Penciptaan makhluk dan esensi keindahannya itu ditujukan kepada manusia agar ia mentadaburinya dan tunduk pada Sang Pencipta.

Berikut perhatikan ayat yang mengajak manusia untuk berpikir dan menebarpandang terhadap keindahan semesta.

“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit-langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun.” (QS. Qaf : 6)

“Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman : 11-13)

Al-Qur’an itu sendiri merupakan Master Piece Allah dengan gaya sastra yang sangat indah. Para penyair sampai mengatakannya sebagai sihir karena struktur bahasanya begitu memukau.

Manusia diamanahi tugas sebagai khalifah fil ardhi untuk memakmurkan bumi. Manusia diberi bekal kemampuan oleh Allah untuk menjalankan fungsinya berupa akal. Dengan akal, manusia dapat bebas berekspresi. Namun terkadang akal sering disalahgunakan sehingga terbentuk ekspresi bebas tanpa batas. Menjadikan manusia lebih rendah daripada binatang. Oleh karena itu, tak semua manusia konsisten terhadap amanahnya sebagai khalifah.

Hubungan fungsi manusia sebagai khalifah pemakmur bumi dengan seni dalam kacamata islam yaitu tatkala seorang seniman menciptakan karya seni dengan tujuan seni fungsionalisme. Artinya, ia menciptakan sesuatu bertujuan memeriahkan kebesaran Allah. Ia menterjemahkan ide-ide islam ke dalam bahasa seni. Hasil karya seni inilah yang diharapkan dapat menyadarkan manusia akan orientasi awalnya yaitu konsep tauhid dan penghambaan pada Allah.

Kesenian merupakan salah satu hasil kebudayaan manusia dalam rangka mengaktualisasikan dan mengekspresikan pengalaman keindahannya. Kesenian diciptakan manusia berdasarkan apa yang terbentang di alam, yang selanjutnya menumbuhkan emosionalitas imajinasinya. Dengan kata lain, kesenian merupakan upaya manusia untuk mengungkapkan apa yang dialaminya dan dihayatinya dalam kehidupan.

 Berkesenian yang benar adalah memelihara dan memperindah alam demi pemahamannya terhadap keberadaan Allah. Bukan malah merusak alam, sehingga justru merugikan kehidupan manusia itu sendiri. Kesenian yang hanya membuat manusia berkutat sebagai makhluk duniawi, merusak martabat dan alam. Jelas bukan kesenian yang bersifat islam. Sebuah karya seni yang baik mampu menggetarkan hati manusia untuk selanjutnya membuka cakrawala religiusnya. Itulah yang harus menjadi visi seorang seniman yang sungguh-sungguh dalam menghayati agama. Kemudian berdasar visi itu, ia mengungkapkan peristiwa, pengalaman yang terjadi dalam kehidupan seharinya.

Pada dasarnya, sesuatu yang indah disukai oleh Allah, karena Allah Dzat yang Indah dan menyukai keindahan. Terkait dengan seni, islam memiliki pembatasan-pembatasan dan kriteria-kriteria tertentu agar dapat dikategorikan sebagai seni islami. Antaranya yaitu tidak merusak budi pekerti yang mulia serta tidak melalaikan orang dari beribadah dan mengingat Allah.

Secara garis besar, seni dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu seni suara, seni rupa, dan seni sastra. Seni suara dibagi menjadi dua kriteria yaitu seni suara yang baik dan buruk. Seni suara yang baik meliputi membaca maupun mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an, melagukan adzan, menyanyikan lagu-lagu jihad, dan lagu-lagu yang dapat menjadi tali penghubung ke arah taqwa kepada Allah. Sedangkan seni suara yang buruk yaitu menyanyikan atau mendengarkan lagu-lagu yang dapat merangsang nafsu birahi, lagu-lagu yang melalaikan dari Allah, membuat terlena, dan mengkhayalkan hal-hal yang tidak patut, serta menghadiri konser lagu yang di dalamnya berisi joged, tarian dan terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Seni rupa dapat dibagi menjadi seni ukir, seni patung, seni lukis, seni khat, dan seni bina. Dari berbagai referensi yang dibaca, diperoleh bahwa hukum dari pembuatan seni rupa ini menjadi haram ketika tujuan pembuatannya untuk disembah. Adapun seni sastra merupakan karya cipta dalam bentuk tulisan yang dituangkan melalui kata-kata atau bahasa. Karya cipta disebut sebagai seni sastra islam jika gubahan-gubahan syairnya berisi pujian-pujian terhadap Allah atau Rasul-Nya. Demikian juga syair-syair yang memuat dzikrullah dan ajaran-ajaran agama. Para sastrawan diharapkan mampu menghasilkan karya yang mengandung nasihat agama, semangat perjuangan, ilmu pengetahuan, kerjasama, persahabatan dan perpaduan ummah.

Dari sejarah kebudayaan dan peradaban, islam sebagai agama besar di dunia telah menghasilkan beragam karya seni artistik. Islam telah mempengaruhi banyak karya seni arsitektur yang luar biasa indahnya seperti Taj Mahal di India, Istana Alhambra di Granada Spanyol, Masjid di Isfahan, serta sejumlah karya besar di dalam kerajinan logam, kaca, keramik, lukisan dan permadani. Itu belum terhitung sumbangan Islam bagi dunia dengan karya-karya keilmuan seperti aljabar, kimia dan astronomi.

Manusia menyukai seni sebagai representasi dari fitrahnya. Seni itu harus diarahkan sesuai konteksnya untuk meningkatkan derajat manusia. Bukan untuk menjerumuskan manusia ke kehinaan. Sehingga perlu adanya pengontrol sebagai pembatas kebebasan. Batasan-batasan ini secara jelas dijabarkan dalam islam melalui sumber otentik yang berasal dari Tuhan yaitu Al-Qur’an. Apresiasi seni yang sesuai dengan perspektif Al-Qur’an akan membawa ke kesadaran akan keindahan penciptaan Tuhan.  Kesadaran akan keindahan inilah yang diharapkan dapat membawa pencipta seni maupun penanggapnya kepada transendensi ilahiah.

Iklan

Respon Terbaikku

ketika kau lelah untuk melaksanakan segala sesuatu. Tanamkan pada dirimu “AKU SANGGUP”.
Bangkit!!
Karena sesungguhnya masalah itu menjadi besar atau kecil tergantung langkah yang kau pilih.
Berikanlah respon terbaik dari setiap realitas kehidupan.
Semangat!

(Raida Fakhira_161012)